Edisi ke 6 bulan September 2011

Cover Majalah Ideal bulan September 2011

DAFTAR ISI

KARYA YANG MENGAGUMKAN
2.      MASJID AL – AKBAR SURABAYA
KESEHATAN
5.      Perilaku dan Penyakit PASKA LEBA RAN
8.      Penyakit Paska Lebaran SIAPA TAKUT
SOSIAL
12.    MUDIK TAK SEKEDAR TRADISI
14.    TRADISI MUDIK, MENGGAPAI BERKAH ATAU MENG-          UNDANG MASALAH
16.     KONFLIK PERTANAHAN DAN RESOLUSI
FAUNA
18.     TERNYATA HEWAN PUN BERPUASA
RENUNGAN
20.    KESEMPATAN YANG KEDUA
22.    MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN KERJA KERAS
PERTANIAN
24.    MENGENAL BUAH NAGA
25.    TEKNIS PENANAMAN BUAH NAGA
27.   BUAH NAGA PELUANG INVESTASI YANG MENJANJIKAN
PISIKOLOGI
29.   BAHAGIA DI USIA SENJA
MENEGEMENT
31.    MENGATUR KEUANGAN KELUARGA, MENCEGAH MASALAH
MOZAIK
33.    PENGARUH RADIASI LAYAR MONITOR KOMPUTER TERHADAP KESEHATAN
CERPEN
35.   WHEN THE DARK COMES
INSPIRASI
38.    HIDUP DALAM MASA PENSIUN USAHA KECIL MENENGAH
41.    NIKMATNYA UNTUNG JUALAN BAKSO
PUISI
44.     ANAK JALANAN

Beberapa Artikle isi majalah Ideal Edisi 6 2011

Karya yang Menggumkan : Masjid Al – Akbar Surabaya

Di dalam bulan suci Ramadhan masjid-masjid cenderung ramai, tidak terkecuali di masjid yang satu ini. Pada umumnya selain untuk beribadah di dalam masjid, mereka juga menyempatkan diri untuk makan di warung-warung dekat masjid atau melihat-lihat stand-stand dagangan di sekitar masjid. Masjid Al-Akbar namanya, terletak di kota Surabaya, tepatnya di jalan Pagesangan. Tak sulit untuk menemukan masjid ini, karena dari kejauhan sudah tampak kubahnya yang berwarna hijau nan indah. Namun, tahukah Anda jika masjid ini termasuk salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara?

Masjid Al Akbar berdiri di atas lahan seluas 11,2 hektar dengan luas bangunan kurang lebih 28.59 meter persegi. Penggagas dibangunnya masjid ini adalah H. Soenarto Soemoprawiro, yang saat itu menjabat sebagai walikota Surabaya. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Presiden RI, H. Tri Sutrisno pada tanggal 4 Agustus 1995, namun pembangunan masjid tersebut sempat berhenti karena krisis moneter yang terjadi kala itu. Tahun 1999, masjid ini dibangun lagi dan selesai tahun 2001. Pada 10 November 2000, masjid ini diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid.

Pembangunan Masjid Al Akbar membutuhkan pemikiran yang teliti. Didesain secara khusus oleh tim ITS dengan konsultan ahli yang telah banyak berpengalaman membangun masjid-masjid besar di Indonesia maupun di luar negeri menjadikan masjid ini menjadi salah satu masjid kebanggaan di Indonesia.

Pelaksanaan dimulai dari dengan loading test untuk mengetahui kekuatan tanah, kemudian langkah selanjutnya adalah menentukan arah kiblat, disusul dengan pembuatan pondasi dengan sistem pondasi dalam paku bumi, yaitu dengan menancapkan tiang panjang beton berdiameter 60 cm, sedalam 30 cm dan sebanyak 2000 lebih titik tiang pancang. Proses pemacangan pondasi ini menghabiskan waktu tiga bulan. Pengerjaan lantai dibuat dengan sistem pengecoran di tempat dan beton precast, terdiri dari pelat lantai empat persegi panjang dengan lebar 3×3 meter dan tebal 15 cm. Setelah kurang lebih 3 bulan pengerjaan lantai telah selesai, masjid pun sudah sempat digunakan untuk sholat Idul Fitri.

Untuk kedudukan atap disiapkan balok beton dengan sistem vierendeel, sedangkan rangka kubah dibuat dengan sistem space frame, menggunakan bahan besi baja dengan sistem cremona. Selanjutnya kubah dibentuk di atas rangka atap dengan bentangan utam sampai sepanjang 54 meter, tanpa tiang penyangga. Penutup struktur rangka kubah atap dan kubah adalah enamel shee penel, yaitu plat baja yang dicating atau diwarnai, kemudian dipanaskan hingga 800 derajat selsius, selanjutnya  … ( silahkan menghubungi redaksi untuk cerita lebih lanjut)

Mozaik : Pengaruh Radiasi Layar Monitor Komputer Terhadap Kesehatan
Oleh : Dr. Ubaidillah M.Kes

Monitor atau dengan istilah lain disebut VDU (Video Display Unit),  merupakan salah satu bagian terpenting dari suatu unit komputer. Bagian monitor  inilah yang paling sering kita pandang bila kita memakai komputer.  Fungsi monitor adalah memperagakan data atu proses yang terjadi dalam CPU secara visual. Proses yang terjadi dalam CPU (Central Processing Unit)  dikonversikan oleh suatu “ Adapter Vide / Video board “ dari data yang digital menjadi sinyal yang akan disalurkan melalui kabel penghubung ke monitor.
Monitor yang memakai sistem CRT (Cathode Ray tube) bekerja dengan cara memancarkan elektron-elektron . Elektron-elektron ini menyapu layar dari kiri ke kanan dengan jalur-jalur dari atas ke bawah dalam pola yang disebut “raster” CRT atau yang lebih umum disebut  Tabung Sinar Katoda merupakan tabung pembungkus  yang dibuat dari kaca dan mengandung satu susunan penembak elektron dan mengeluarkan berkas-berkas elektron yang diarahkan pada layar fluoresen. Bila berkas tersebut terkena cahaya, maka layar mengeluarkan sinardengan gelombang yang lebih panjang.  Pancaran – pancaran elektron ini menimbulkan cahaya yang terang. Bergantung intensitas pancaran elektron tadi. Cahaya ini sangat cepat menghilang. Guna itu pancaran elektron harus tetap menyapu layar secara teratur untuk mempertahankan banyangan yang terjadi. Ini biasa disebut penyegaran ulang atau “refresh’ layar. Monitor umumnya memiliki laju penyegaran (vertical scan rate) 60 hertz, yang maksudnya layar disegarkan kembali sebanyak 60 kali per detik.  Jika laju penyegaran rendah, maka akan mengakibatkan layar tampak berkedip-kedip. Hal ini akan cepat melelahkan mata kita, maka sebaiknya kita memakai monitor dengan “vertical scan rate” 70 hertz ke atas sudah cukup baik untuk digunakan.
Efek Radiasi Monitor CRT Terhadap Kesehatan
Gangguan kesehatan yang dicurigai disebabkan oleh radiasi VDU, antara lain:

katarak, dermatitis, epilepsi dan cacat bawaan pada bayi.
Katarak adalah gangguan penglihatan yang disebabkan adanya kekeruhan pada lensa mata. Katarak biasanya berkaitan dengan proses menua dan radiasi sinar ultraviolet.
Dermatitis pada muka merupakan salah satu gangguan kesehatan yang terbukti diakibatkan oleh radiasi VDU secara langsung. Tjon dan Rycroft melakukan penelitian pengaruh radiasi VDU pada kulit muka. Hasil penelitian mereka mengatakan bahwa salah satu akibat dari radiasi adalah kemerahan pada kulit muka. Hal ini akan terjadi setelah seorang operator bekerja selama 2-6 jam dan pada tempat yang tingkat kelembabannya rendah. Setelah kemerahan, kemudian terjadi pengelupasan kulit ari dan timbulnya benjolan pada kulit

(masih ada beberapa dampak yang diakibatkan monitor,  Silahkan menghubungi Redaksi uttuk mengetahui dampak lain dari monitor)

Pertanian : MENGENAL BUAH NAGA

Buah Naga dibedakan dalam empat jenis :
> Buah Naga daging Putih (Hylocereus Undatus); buah ini mempunyai warna kulit merah yang sangat kontras dengan daging yang putih didalamnya. Didalam daging tersebut bertebaran biji-biji hitam. Jenis inilah yang paling banyak ditemukan atau djual di pasaran lokal maupun mancanegara.
Bobot perbuah jenis ini rata-rata 300 – 700 gram, bahkan kadang-kadang bisa mencapai 850 gram. Pada panen raya kedua dragon fruit daging putih setiap patok berisi 4 pohon bisa menghasilkan 30 buah.
Buah bercitarasa masam bercampur manis dan bersisik serta berjumbai kehijauan disisi luarnya ini, kadar kemanisannya tergolong rendah bila dibandingkan dengan buah naga jenis lain yakni sekitar 1,013 briks. Namun, buah yang populer dengan sebutan White Pitaya itu justru yang paling banyak dikembangkan dan laku di pasaran dunia. Seperti Vietnam, Thailand, Israel dan negara-negara Amerika Tengah.
Jenis tanaman Hylocereanea ini berbatang hijau sampai hijau tua, dan idealnya ditanam dilahan yang memiliki ketinggian kurang dari 400 m dpl. Lebih dari itu produktivitas buahnya akan berkurang hingga 35%. Karena, tanaman ini akan lebih banyak memproduksi tunas-tunas baru bukan bunganya.
> Buah Naga Daging Merah (Hylocereus Polychizus); jenis buah ini berbeda dengan Hylocereus Undatus. Sosok tanaman naga merah lebih kekar. Dibagian batang dan cabang, jarak antara duri tampak lebih rapat. Tak heran bila ia tergolong rajin berbunga. Bahkan cenderung tak pernah berhenti berbunga sepanjang tahun.
Sayangnya menurut pengalaman sejumlah pekebun buah naga, jenis ini lebih “rewel”. Artinya, meski rajin berbunga tak identik produktivitas tinggi, keberhasilan bunga dan buahnya 50%
Bobot buah rata-rata 300 – 500 gr. Ia menyukai daerah ketinggian rendah. Hingga sedang. Meski penampilan serupa Naga Putirh, tetap daging berwarna merah keunguan. Buah bercitarasa leibh manis ketimbang naga putih.
Tingkat kemanisan mencapai 1315 briks. Saat ini Naga Merah banyak dikembangkan oleh China dan Australia.
> Buah Naga Daging Super (Hylocereus Costaricensis) : walau sama-sama berdaging merah, naga ini cenderung lebih merah ketimbang Hylocereus Polychizus. Sosok batang lebih besar dan berwarna loreng ketika tua. Kulit buah merah dan berjumbai. Ukuran rata-rata 300 – 500 gram.
Rasa manis dengan tingkat kemanisan 1315 briks. Seperti jenis Hylocereus lain, Red Pitaya ini amat menyukai daerah panas dengan ketinggian rendah hingga sedang.

(masih banyak jenis – lenis yang lainnya, silahkan hub redaksi )

Bisnis : BUAH NAGA
PELUANG INVESTASI YANG MENJANJIKAN

Buah Naga atau lebih kerennya disebut dengan Dragon Fruit sudah banyak dikenal di beberapa belahan penjuru dunia. Buah dari jenis tanaman kaktus berbentuk segi tiga. Di Indonesia tanaman ini disebut kaktus dengan nama ilmiahnya Hylocereus Undatus.
Masyarakat di berbagai negara menyebutnya dengan beberapa istilah. Di China dikenal dengan sebutan Feuy Long Kwa, Thailand menyebutnya Kaew Mangkorn dan di Australia dikenal dengan nama Rhieno fruit karena bentuknya yang mirip dengna cula badak. Sementara di pasar Internasional seperti di Singapura, Malaysia, Hongkong, Jepang dan Eropa buah ini dikenalnya dengan sebutan Dragon Fruit.
Dragon Fruit atau buah Naga adalah sejenis tanaman yang tidak sulit untuk membudidayakannya. Di Indonesia tanaman ini masih bisa dibilang langka padahal, tanaman ini bisa hidup di sembarang tempat baik didataran rendah maupun dataran tinggi. Yang penting dia mendapatkan sianr matahari penuh sepanjang hari.
Akan tetapi, tanaman ini hidup lebih baik dan tambah subur bila ditanam di tanah berpasir yang mendapatkan sinar matahari langsung kurang lebih 12 jam.
Tanaman ini tidak membutuhkan segala macam obat-obatan atau penanganan khusus seperti jeruk atau apel. Yang dibutuhkan adalah tekstur tanah dan sinar matahari serta pupuk kandang dan sedikit air untuk penyiraman, agar tanaman ini bisa subur dan cepat berbuah.
Saat ini, tanaman buah naga sudah mulai digemari dan digandrungi oleh para investor karena memang prospek kedepannya sangat baik dan menjanjikan. Seperti yang dilakukan oleh salah seorang pengembang buah naga, H. Hasan Syafaat Ismail yang tinggal di Jalan Diponegoro Batu-Malang atau sebut saja H. Ismail.
Menurut H. Ismail mengatakan, mengembangkan tanaman buah naga lebih mudah bila dibandingkan dengan menanam buah apel atau jeruk. Tanaman apel dan jeruk membutuhkan penanganan khusus seperti penyiangan, pengobatan, pupuk kimia atau pestisida, penyemprotan dan pupuk kandang. Belum lagi kalau ada hama, seperti hama ulat, diplodia, semut maupun getah dan hewan putih-putih yang menyerang pohon dan batang apel serta jeruk. Sementara buah naga tidak butuh itu semua, yang dibutuhkannya hanyalah sinar matahari langsung selama 12 jam tiap harinya dan sedikit air serta pupuk kandang yang tidak begitu banyak, itu saja.
Menanam dan membudidayakan buah naga tidaklah serumit tanaman apel dan jeruk, karena yang dibutuhkan tanaman kaktus atau buah naga hanyalah lahan atau pot dan kayu tetapi juga bisa beton sepanjang 2,5 meter sebagai media penanaman. “Dengan bermodal pengalaman menanam jeruk dan apel serta informasi dari berbagai media dan teman-teman dekat, maka H. Ismail beralih dan mulai mengembangkan buah Naga dengan bibit kurang lebih 50.000 pohon (kondisi bibit sangat bagus). Ditanam di lahan bekas jeruk yang luasnya kurang lebih 7,6 atau 8 Ha. Di desa Kabuaran / Dorogowok kecamatan Kunir Kab. Lumajang Jawa Timur. ( bagaimana kelanjutan dari binis ini, simak di edisi 6 majalah ideal )

Edisi ke 5 bulan Agustus 2011

cover bulan Agustus 2011

isi sebagian rubrikbulan agustus “KARYA YANG MENGAGUMKAN”

MASJID ISTIQLAL
Oleh: Dini Nuris

Masjid megah yang satu ini terletak di Indonesia, tepatnya di Kota Jakarta. Masjid Istiqlal namanya. Pembangunan masjid ini mengandung filosofi yang dalam, mulai dari kemerdekaan RI sampai kerukunan antar umat beragama. Ide pembangunan masjid ini bermula dari para ulama. Pada tahun 1953, KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama, bersama-sama dengan H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan beserta sekitar 200-an orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman mencetuskan ide untuk mendirikan masjid megah yang akan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Ide itu kemudian diwujudkan dengan membentuk Yayasan Masjid Istiqlal pada tanggal 7 Desember 1954. Yayasan tersebut diketuai oleh H. Tjokroaminoto. Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang berarti Merdeka sebagai simbol dari rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT. Presiden pertama RI Soekarno mendukung berdirinya yayasan masjid Istiqlal dan kemudian membentuk Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal (PPMI). Penentuan lokasi masjid sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834 yang terletak di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran. Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya yaitu di Jalan Thamrin, yang pada saat itu di sekitarnya banyak dikelilingi kampung. Selain itu ia juga menganggap pembongkaran benteng Belanda tersebut akan memakan dana yang tidak sedikit. Namun akhirnya Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun di lahan bekas benteng Belanda, karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia. Pada tahun 1955, Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal mengadakan sayembara rancangan gambar atau arsitektur masjid Istiqlal. Sebagai juri adalah  Prof.Ir. Rooseno, Ir.H. Djuanda, Prof. Ir. Suwardi, Hamka, H. Abubakar Aceh, Oemar Husein Amin dan Presiden Soekarno sebagai ketuanya. Sayembara tersebut memperebutkan hadiah berupa uang sebesar Rp. 75.000; serta emas murni seberat 75 gram. Sebanyak 27 peserta mengikuti sayembara, namun dari seluruh peserta hanya 5 peserta yang memenuhi syarat. Di antara peserta yang memenuhi syarat adalah: F. Silaban dengan rancangannya “Ketuhanan”, R. Oetoyo dengan rancangannya “Istighfar”, Hans Groenewegen dengan rancangannya “Salam”, mahasiswa ITB (5 orang) rancangannya “Ilham 5” dan Mahasiswa ITB (3 orang) rancangannya “Chatulistiwa”. Dari kelima peserta yang memenuhi syarat, akhirnya pada tanggal 5 Juli 1955 ditetapkan bahwa F. Silaban sebagai pemenangnya. Frederich Silaban adalah seorang arsitek beragama Kristen. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Academie van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950. Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal, F. Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan dan selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia. Pada sekitar tahun 1950 hingga akhir tahun 1960-an Taman Wilhelmina di depan Lapangan Banteng dikenal sepi, gelap, kotor dan tak terurus. Namun, pada tahun 1960 Taman tersebut dibersihkan. Di sana kemudian didirikan Masjid Istiqlal, tepatnya 24 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW itu. Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang ketika itu langsung bertindak sebagai Kepala Bidang Teknik. selanjutnya Pembangunan Masjid Istiqlal sempat tersendat-sendat, dan bahkan ( silahkan menghubungi redaksi untuk  kelanjutan cerita berdirinya masjid istiqlal ini ) Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.